HBI, SEKADAU || Warga Desa Sei Ayak, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) serta harga jual yang melambung tinggi di SPBU Kompak Terapung 66.795.002 setempat.
Keluhan ini disampaikan salah satu warga yang sedang mengantre dan meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (25/8/2026). Menurutnya, kondisi kemarau panjang membuat pasokan minyak semakin sulit juga didapat.
"Sudah minyak susah, apalagi musim kemarau begini. Begitu ada pasokan, susah sekali untuk mendapatkannya."
Warga tersebut memaparkan, harga BBM yang dijual di lokasi itu jauh melampaui harga resmi pemerintah. Untuk jenis Pertalite, harga yang dipatok mencapai Rp11.000 per liter, sedangkan Solar dijual seharga Rp10.500 per liter. Kedua bahan bakar tersebut disalurkan melalui APMS kepada para pengantri.
"Pertalite dari APMS ke pengantri harganya Rp11.000 per liter, Solar Rp10.500. Yang mengurus di lapangan bernama Ameng dan Ahoy," ujar warga tersebut.
Kelangkaan dan kenaikan harga ini sangat dirasakan masyarakat Desa Sei Ayak dan sekitarnya, yang sebagian besar bergantung pada transportasi sungai dan mesin perahu untuk aktivitas sehari-hari. Warga berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti dan menertibkan penyaluran BBM agar harga kembali normal dan pasokan terjamin.
Tim Media

